Sabtu, 04 Mei 2013

Mengenal Jenis-Jenis Kain

kainSebelum anda memutuskan untuk membeli atau menjahit sendiri busana muslimah anda, alangkah baiknya anda mengenal jenis kainnya. Mengenal jenis kain dirasa penting, agar anda tidak tertipu oleh penjual. Selain itu, anda juga dapat meraba-raba mana kain yang enak di tubuh dan mana yang tidak. Juga dapat mengira-ngira harga bahan dan busana yang ingin anda beli berdasarkan kualitas dari kainnya.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan kita dalam memilih pakaian yang pas buat dipakai. Terkadang harga jadi pertimbangan pertama dalam menentukan pakaian yang kita inginkan termasuk pakaian online. Akan tetapi tak jarang harga pun tak menjamin pakaian yang kita pilih itu nyaman untuk dipakai ataupun sesuai dengan yang kita inginkan. Belum lagi, bila tidak pandai-pandai memilih dan merawat pakaian yang kita beli, sering terjadi kita menjadi dongkol hanya karena pakaian yang belum genap seminggu dibeli menjadi terlihat kusam, warnanya tidak cerah lagi, yang tadinya kinclong menjadi berkesan buluk. Begitu juga dengan jilbab anak misalnya, pilihlah bahan yang sesuai.

Maka dari itu, penting kiranya kita mengetahui karakteristik bahan pakaian atau jaket club motor Anda yang akan kita beli/pakai, karena dengan begitu kita bisa tahu pakaian tersebut nyaman atau tidak serta apakah sesuai atau tidak untuk kita pakai dalam aktivitas kita yang beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan pakaian dengan karakternya masing-masing.

Berikut adalah beberapa jenis kain dan sifat-sifatnya:

1. Kain Viscose

Kain jenis ini terbuat dari kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus).  kelenturannya sangat sesuai didesain untuk berbagai model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket.  Ciri-ciri kain viscose adalah:

Terasa lembut dan dingin di kulit

Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengilat

Menyerap keringat

Bahan atau pakaian akan rusak apabila direndam dengan deterjen lebih dari 1 jam

Bisa dicuci atau di dry clean

2. Kain Katun (cotton)

Jenis bahan kaos ini terdiri dari dua jenis yaitu Cotton Combed dengan sifat serat benang yang lebih halus dan hasil rajutan dan penampilan yang rata, dan yang kedua adalah Cotton Caded yang mana serat benangnya kurang halus dan hasil rajutannya pun kurang rata. Jadi kalau ada penjual mengatakan katunnya adalah jenis yang bagus, jangan dulu anda percaya. Tetapi lihatlah dulu jenis katunnya. Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas. Kain katun yang bagus memiliki karakteristik:

  • Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
  • Menyerap keringat
  • Pakaian atau kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
  • Rentan terhadap jamur
  • Jangan biarkan kain katun terlalu lama basah

Adapun macam-macam katun dan cirinya masing-masing adalah sebagai berikut:

Kain Katun Jepang (Bukar kartun lho)

Sekilas sama seperti kain katun biasa pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus, yaitu:

di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.

daya serap keringat bagus.

harga lebih mahal dari kain katun biasa.

permukaan kain lebih halus.

warna lebih awet dan tahan lama.

sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.

Kain Katun Paris Motif:

Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal:

memiliki kode warna pada kain.

daya serap keringat bagus.

harga relatif lebih mahal.

warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang.

Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang. Biasa digunakan untuk blouse wanita.

Kain Katun Paris polos:

Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.

Katun Silk/India/Zada:

Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal. Ciri-ciri kain katun ini adalah:

permukaan kain lebih mengkilap.harga sedikit lebih mahal di atas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang.

daya serap keringat paling rendah.

warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.

Kain Katun Minyak:

Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk).

harga sama dengan katun biasa.

daya serap keringat lumayan.

kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

Kain Katun biasa:

motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.

harga relatih lebih murah.

tidak ada ciri khusus seperti kode warna.

daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung prosentasi bahan katunnya.

warnanya awet meskipun masih di bawah katun Jepang.

3. Kain Linen

Kain ini lebih kuat daripada kain jenis katun. Kain ini sangat cocok untuk casual wear dan dresses, karena memiliki karakteristik:

Bahannya dingin, menyerap keringat dan sangat nyaman dipakai.

Mudah Kusut sehingga cara mencuci dan menyetrika butuh perhatian.

Untuk perawatan: pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air bersuhu hangat. Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

4. Kain Polyester

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiberpoly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

Karakteristik bahan ini adalah:

Noda minyak dan makan sulit dihilang dari bahan ini

Polyester lebih kuat dan tahan direndam lebih dari 3 jam.

Sering dicampur bahan lain seperti viscose, linen dan katun.

5. Kain Teteron Cotton (TC)

Teteron cotton merupakan kain kaos kombinasi dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan kusut dan tidak melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

6. Kain Cotton Viscose (CVC)

Jenis bahankaos  ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

7. Kain Lightweight wools.

Kain ini jika digunakan di kepala Anda, mungkin langsung identik
dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

8. Kain Cashmere.

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.  

9. Kain Jersey

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke
melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
dilihat.

10. Kain Denim

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu
ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
dan belel.

11. Kain Lycra

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainnya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.

12. Kain Leather & Suede.

Pasti kedua jenis kain tersebut sudah sangat familiar di telinga Anda,\ bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.

13. Kain Tentun

Kain tenun tradisional kini dilirik oleh banyak rancangan busana muslim. Produk kerajinan handmade akan memberi warna baru bagi industri fesyen nasional. Kain tenun adalah kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Kain ini terdapat di beberapa daerah di Indonesia seperti Lombok, Sumatra, dan daerah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri yang berbeda-beda. Kain tenun terkadang harganya sangat mahal dikarenakan pengerjaannya yang bisa memakan waktu sampai berhari-hari. Manun demikian kualitas dan motif tenun yang mahal tentu berbeda dengan yang harganya standar.

 

0 komentar:

Posting Komentar